Seputar Cirebon — Ada bulan-bulan tertentu dalam setahun yang terasa “ramai” di dalam kepala. Bukan karena pekerjaan bertambah, tetapi karena pikiran lebih mudah penuh. Banyak orang merasa ingin bergerak cepat, mengambil keputusan besar, atau mengejar sesuatu sekaligus. Namun justru di bulan seperti inilah, kesalahan kecil sering berubah menjadi masalah panjang.
Dalam tradisi kalender Timur, Maret dikenal sebagai fase puncak musim semi—masa pertumbuhan. Tapi pertumbuhan tidak selalu berarti menambah. Kadang, yang dibutuhkan justru merapikan: niat, emosi, dan arah langkah.
Di bulan ini, banyak orang tanpa sadar menjadi lebih sensitif. Percakapan kecil bisa terasa menyinggung, rencana sederhana mudah melelahkan, dan pikiran cenderung overthinking. Karena itu, Maret lebih cocok digunakan untuk evaluasi daripada ekspansi.
Beberapa hal yang terasa relevan untuk dijaga bulan ini:
- Tahan keputusan besar. Jika tidak mendesak, beri waktu tambahan sebelum memutuskan hal penting, terutama soal kerja dan keuangan.
- Jaga ucapan. Bulan ini rawan salah paham. Lebih baik menunda respons daripada menyesal setelah bicara.
- Rapikan yang lama. Selesaikan urusan tertunda, perbaiki pola kerja, dan luruskan kembali prioritas.
- Kurangi reaksi berlebihan. Tidak semua hal perlu ditanggapi. Kadang diam adalah bentuk kebijaksanaan.
Tidak semua waktu diciptakan untuk berlari. Ada bulan yang tugasnya hanya satu: menyadarkan kita agar tidak salah arah. Maret adalah salah satunya—waktu yang tepat untuk pelan, sadar, dan lebih jujur pada diri sendiri.