Ayam geprek sudah lama menjadi salah satu menu favorit pecinta kuliner, terutama bagi mereka yang menyukai perpaduan rasa gurih dan pedas. Hidangan ini berasal dari ayam goreng tepung yang digeprek hingga sedikit remuk, lalu disiram sambal pedas yang diulek langsung di atasnya.
Tekstur ayam yang renyah di luar namun tetap lembut di dalam, berpadu dengan sambal yang segar dan menggigit, membuat ayam geprek mudah diterima di berbagai kalangan. Tak heran jika menu ini kerap menjadi pilihan makan siang maupun makan malam karena praktis, mengenyangkan, dan rasanya konsisten memuaskan.
Awalnya dikenal luas dari Yogyakarta, ayam geprek kini hadir hampir di seluruh daerah Indonesia dengan ciri khas sambal yang beragam. Ada sambal bawang yang sederhana, sambal matah yang segar, hingga sambal kemangi yang aromatik. Setiap tempat biasanya punya racikan sambal sendiri yang menjadi pembeda.
Bagi warga Cirebon, ayam geprek bukan sekadar makanan, tetapi sudah menjadi bagian dari keseharian—mudah ditemukan, ramah di kantong, dan cocok disantap kapan saja. Baik dinikmati sendiri maupun bersama teman, ayam geprek selalu punya tempat di lidah para pencinta pedas.
Kalau kamu punya versi ayam geprek favorit atau racikan sambal andalan, tak ada salahnya berbagi cerita. Karena dari dapur sederhana dan warung kecil, sering lahir rasa yang justru paling membekas.
Reportase: Salsabila Balqis, T.J.I