Ketika Merasa Lemah, Justru di Situlah Kekuatan Dimulai

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering menilai hidup dari pencapaian dan pengakuan. Kita merasa kuat ketika urusan berjalan lancar dan merasa berhasil saat banyak hal bisa dikendalikan. Padahal, tidak selalu di titik itulah makna hidup berdiam.

Ada satu momen yang justru jauh lebih berharga:
saat seseorang menyadari keterbatasannya dan merasakan betapa hidupnya bergantung sepenuhnya kepada Allah.

Kesadaran ini pernah diungkapkan oleh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam al-Hikam. Ia menyebut bahwa waktu terbaik dalam hidup adalah ketika seorang hamba menyadari kefakiran dirinya dan ketergantungannya kepada Allah. Bukan untuk merendahkan manusia, tetapi untuk meluruskan arah hati.

Ketika seseorang memahami bahwa langkah, keberhasilan, dan kelegaan datang karena izin-Nya, kesombongan perlahan runtuh. Hati menjadi lebih tenang, doa lebih tulus, dan hidup terasa lebih ringan.

Pada akhirnya, kekuatan sejati bukan terletak pada kemampuan manusia, melainkan pada taufik Allah. Dan sering kali, justru ketika manusia merasa lemah, di situlah ia berada paling dekat dengan hakikat dirinya sebagai hamba.

Masudi
Author: Masudi