Di Antara Aktivitas Pagi Stadion Bima, Kucing-Kucing Ini Ada

Di pagi hari di kawasan Stadion Bima Cirebon, aktivitas warga berjalan seperti biasa. Ada yang berlari kecil, ada yang berjalan santai, ada pula yang sekadar duduk mengatur napas. Di antara itu semua, beberapa ekor kucing tampak berdiam di sisi trotoar, seolah sudah terbiasa menjadi bagian dari suasana.

Mereka tidak mengganggu. Sebagian duduk tenang, sebagian lain berpindah perlahan, menghindari langkah kaki para pelari. Kehadiran kucing-kucing ini nyaris menyatu dengan ritme pagi—tidak mencolok, namun selalu ada.

Stadion Bima selama ini dikenal sebagai ruang publik untuk berolahraga dan berkumpul. Namun seperti banyak ruang terbuka lainnya, tempat ini juga menjadi ruang hidup bagi makhluk lain. Kucing-kucing tersebut tumbuh bersama aktivitas manusia, menempati sudut-sudut yang jarang diperhatikan.

Tidak ada interaksi berlebihan. Warga yang lewat membiarkan, sebagian menoleh sebentar, lalu melanjutkan aktivitas. Pagi berjalan pelan, masing-masing dengan urusannya sendiri.

Potret ini merekam satu hal sederhana: ruang publik tidak pernah benar-benar kosong. Ia diisi oleh banyak kehidupan yang berjalan berdampingan, tanpa perlu saling menguasai. Di Stadion Bima, kucing-kucing itu menjadi bagian kecil dari denyut kota yang terus bergerak.


Catatan Redaksi:
Tulisan ini merupakan bagian dari rubrik Denyut Warga, yang merekam keseharian dan dinamika ruang publik di Cirebon.