Tahu Sumedang, Jajanan yang Mudah Ditemui di Sudut Kota Cirebon

Di banyak sudut Kota Cirebon, lapak tahu Sumedang menjadi pemandangan yang akrab. Mulai dari pinggir jalan utama hingga kawasan permukiman, penjual tahu dengan gerobak atau kios sederhana mudah ditemui hampir setiap hari.

Lapak-lapak ini umumnya berdiri tanpa banyak atribut. Spanduk sederhana, etalase kecil, dan penggorengan yang terus menyala menjadi ciri khasnya. Aktivitas jual beli berlangsung cepat—pembeli datang, memesan, lalu melanjutkan perjalanan.

Tahu Sumedang di Cirebon telah menjadi bagian dari ritme kota. Ia hadir sebagai pilihan camilan yang praktis, mudah dijangkau, dan akrab bagi berbagai kalangan. Tidak sedikit warga yang membeli untuk dimakan langsung, sementara sebagian lain membawanya pulang sebagai pelengkap hidangan di rumah.

Keberadaan penjual tahu di hampir setiap sudut kota menunjukkan bagaimana kuliner sederhana bisa bertahan di tengah perubahan. Tanpa konsep besar atau kemasan modern, tahu Sumedang tetap menemukan tempatnya di keseharian warga.

Bagi sebagian orang, lapak tahu ini bukan sekadar tempat membeli makanan. Ia menjadi penanda jalan pulang, teman singgah di sela aktivitas, atau sekadar pengingat bahwa di tengah kesibukan kota, hal-hal sederhana masih terus berjalan.


Catatan Redaksi:
Tulisan ini merupakan liputan suasana kuliner jalanan sebagai bagian dari keseharian warga Kota Cirebon.