Titik Nol Kuningan yang Tak Pernah Sepi dari Ingatan

Di bawah naungan pohon besar yang akarnya mencengkeram tanah dengan sabar, sebuah penanda berdiri diam. Ia tak berteriak, tak mengundang keramaian, namun hampir semua orang yang pernah melintas jalur ini pasti mengenalnya. Inilah titik nol Kuningan—sebuah ruang kecil yang sering dilewati, jarang disadari, tetapi hidup dalam ingatan banyak orang, termasuk warga Cirebon.

Secara administratif, lokasi ini memang berada di wilayah Kuningan. Namun dalam keseharian, batas itu terasa cair. Warga Cirebon yang menuju selatan, pedagang yang mengantar barang, keluarga yang hendak berwisata, atau sekadar pelintas pagi hari—semuanya pernah melewati titik ini. Ia menjadi semacam simpul perjalanan, tempat arah bertemu dan jarak diukur, tanpa perlu disepakati bersama.

Patung penanda di tengahnya berdiri sederhana. Tidak megah, tidak pula mencolok. Namun justru di situlah maknanya tumbuh. Titik nol bukan tentang tujuan, melainkan tentang awal—tentang dari mana seseorang berangkat sebelum menentukan ke mana ia akan pergi. Dalam konteks itu, titik ini lebih dari sekadar koordinat; ia adalah simbol jeda, transisi, dan perlintasan.

Pohon besar yang menaunginya seperti saksi bisu perubahan zaman. Ia telah melihat jalanan berganti wajah, bangunan datang dan pergi, serta lalu lintas manusia yang tak pernah benar-benar sama dari hari ke hari. Di bawahnya, kota dan desa, Cirebon dan Kuningan, seolah saling menyapa tanpa perlu papan penanda resmi.

Bagi sebagian orang, tempat ini hanyalah persimpangan biasa. Namun bagi yang peka, ia adalah ruang memori—tempat di mana perjalanan dimulai, diulang, atau sekadar dikenang. Dalam keheningannya, titik nol ini mengingatkan bahwa ruang tak selalu harus berada di pusat kota untuk menjadi penting. Kadang, makna justru tumbuh di pinggiran, di batas, di tempat yang “bukan milik siapa-siapa” tetapi dekat dengan banyak kehidupan.


Catatan Redaksi:
Foto ini diambil di wilayah Kuningan, daerah penyangga yang memiliki keterkaitan erat dengan mobilitas dan keseharian warga Cirebon. Dimuat sebagai bagian dari arsip visual ruang sekitar Cirebon.