Di Pagongan, aktivitas ekonomi Cirebon bergerak dalam bahasa yang sederhana: besi, kabel, semen, dan kertas. Kawasan ini sejak lama dikenal sebagai sentra toko bangunan dan peralatan listrik. Deretan toko menjual saklar, lampu, kabel gulung, pipa, hingga material konstruksi lain—menjadi rujukan tukang, kontraktor kecil, dan warga yang sedang membangun atau memperbaiki rumah.
Di sela dominasi toko teknis itu, berdiri simpul-simpul memori kota. Toko buku legendaris Toko Buku DASCO masih bertahan, menjadi penanda bahwa Pagongan bukan hanya tentang material fisik, tetapi juga pengetahuan dan sejarah bacaan warga. Rak-raknya menyimpan generasi—dari buku sekolah hingga alat tulis yang tak lekang oleh zaman digital.
Ritme kawasan ini semakin lengkap oleh aroma dapur yang akrab. Sate Kambing & Nasi Lengko Barno menjadi tempat persinggahan lintas profesi: sopir, pedagang, pegawai toko, hingga pelanggan yang datang dari kecamatan sekitar. Di sini, transaksi ekonomi bertemu jeda—makan siang yang singkat, obrolan ringan, lalu kembali ke toko.
Bangunan-bangunan di Pagongan memperlihatkan lapisan waktu. Ruko lama dengan papan nama sederhana berdampingan dengan fasad baru berwarna mencolok. Kabel-kabel listrik menggantung di udara, seperti peta tak tertulis tentang kebutuhan energi kawasan ini. Trotoar yang menyempit dan parkir yang padat menjadi bagian dari keseharian—bukan gangguan, melainkan konsekuensi dari kawasan yang terus bekerja.
Pagongan tidak menawarkan kemewahan, tetapi kepastian. Ia adalah tempat orang datang ketika butuh solusi praktis: membeli material, mencari komponen listrik, mencetak kebutuhan usaha, atau sekadar mengisi perut sebelum kembali bekerja. Di sinilah ekonomi kota beroperasi tanpa sorotan, namun konsisten.
Pagongan hidup karena fungsinya. Dan selama Cirebon terus membangun, kawasan ini akan tetap menjadi salah satu fondasi diam-diamnya.
Catatan Redaksi:
Artikel ini disusun sebagai bagian dari rubrik Arsip & Memori, untuk mendokumentasikan kawasan-kawasan ekonomi lama Cirebon yang masih aktif dan membentuk denyut kota hingga hari ini.