Di sebuah sudut jalan Cirebon, di bawah terpal biru yang mulai kusam dimakan waktu, kota ini melanjutkan hidupnya tanpa perlu sorak atau baliho. Pisang-pisang menggantung berderet, jeruk tersusun rapi, dan sebuah gerobak tua menjadi panggung sunyi bagi kerja yang tak pernah masuk berita utama.
Tidak ada pengeras suara. Tidak ada promosi.
Yang ada hanya ketekunan.
Setiap pagi, sebelum lalu lintas mencapai puncaknya, lapak seperti ini sudah berdiri. Ia bukan sekadar tempat jual beli, melainkan simpul kecil dari ekosistem kota: petani di hulu, pedagang di tengah, warga di hilir. Semua bertemu di ruang sempit antara aspal dan trotoar.
Penjual buah keliling seperti ini membaca kota dengan cara yang berbeda. Mereka tahu jam sibuk tanpa jam tangan. Mereka paham cuaca tanpa aplikasi. Mereka mengerti karakter pembeli hanya dari cara langkah kaki mendekat. Kota, bagi mereka, bukan peta—melainkan irama.
Pisang yang tergantung itu bukan sekadar komoditas. Ia adalah hasil perjalanan panjang: dari kebun, dari tangan pemetik, dari truk kecil, hingga akhirnya tiba di gerobak ini. Di sinilah nilai berubah—bukan hanya menjadi rupiah, tapi menjadi keberlangsungan hidup.
Di tengah wacana pembangunan, modernisasi, dan pusat perbelanjaan, lapak sederhana ini sering luput dari perhatian. Namun justru di sinilah kota mempertahankan denyut paling jujurnya. Tanpa lampu neon. Tanpa pendingin udara. Tanpa strategi pemasaran.
Hanya kerja.
Dan waktu.
Cirebon tidak hanya hidup di gedung-gedung baru atau kafe yang viral. Ia juga hidup di bawah terpal biru ini—di tangan yang menata buah, di langkah pembeli yang singgah sebentar, di transaksi kecil yang menopang hari esok.
Dan selama lapak seperti ini masih berdiri, kota ini masih bernapas.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari rubrik Arsip & Memori, yang merekam potongan keseharian Cirebon sebagai dokumen sosial dan visual. Bukan untuk menghakimi, bukan untuk mengglorifikasi—melainkan untuk mengingat bahwa kota dibangun bukan hanya oleh rencana besar, tetapi oleh kerja-kerja sunyi yang berlangsung setiap hari.