Merah yang Menggantung di Udara Cirebon: Menyambut Imlek dengan Harapan Baru

Di sudut-sudut toko Kota Cirebon, warna merah kembali mendominasi ruang. Gantungan berumbai, lampion kecil, simpul tak berujung, hingga ornamen bertuliskan doa keberuntungan menggantung rapat—seolah udara pun ikut berubah menjadi lebih hangat. Tahun Baru Imlek bukan sekadar pergantian kalender bagi sebagian warga Cirebon, tetapi momentum batin: merapikan harapan, menyusun ulang niat, dan membersihkan sisa-sisa tahun yang lewat.

Di kota pesisir ini, jejak Tionghoa bukan hal baru. Sejak berabad-abad lalu, Cirebon telah menjadi simpul pertemuan budaya—Jawa, Sunda, Arab, Tionghoa—yang saling memengaruhi tanpa harus saling meniadakan. Imlek adalah salah satu penanda kuat dari pertemuan itu. Ia hadir bukan sebagai perayaan eksklusif, melainkan sebagai bagian dari denyut kota.

Ornamen merah dan emas yang memenuhi rak-rak toko bukan sekadar dekorasi. Dalam tradisi Tionghoa, merah melambangkan keberanian dan keberuntungan; emas menyimbolkan kemakmuran. Tulisan-tulisan doa yang tergantung di antara rumbai-rumbai itu adalah bahasa harapan: tentang rezeki yang lancar, keluarga yang rukun, dan usaha yang berkembang.

Menjelang Imlek, ada perubahan suasana yang terasa halus. Toko-toko lebih ramai, percakapan lebih akrab, dan senyum lebih mudah terbit. Bagi sebagian warga Cirebon, membeli pernak-pernik ini bukan soal tradisi semata, melainkan tentang menjaga kesinambungan identitas—menghubungkan generasi lama dengan yang muda.

Di tengah modernitas kota yang terus bergerak, perayaan seperti Imlek menjadi jangkar kultural. Ia mengingatkan bahwa Cirebon tidak dibangun oleh satu warna saja, melainkan oleh keberagaman yang hidup berdampingan. Dan setiap kali warna merah itu kembali menggantung, kota ini seakan berkata: harapan selalu punya tempat untuk tumbuh.

Imlek di Cirebon bukan hanya tentang pesta dan lampion. Ia adalah cerita tentang toleransi, tentang sejarah yang panjang, dan tentang keyakinan bahwa setiap tahun baru selalu membawa kesempatan untuk memulai lagi—dengan hati yang lebih bersih dan harapan yang lebih terang.