Setiap musim hujan, cerita tentang banjir di Cirebon selalu berulang. Beberapa wilayah tergenang hampir setiap tahun, sementara daerah lain relatif aman meski diguyur hujan deras. Pertanyaan yang sering muncul di kalangan warga adalah: kenapa banjir seolah hanya “langganan” di tempat tertentu?
Artikel ini mencoba menjelaskan persoalan banjir di Cirebon secara sederhana dan menyeluruh, tanpa saling menyalahkan.
Faktor Alam: Kontur dan Aliran Air
Sebagian wilayah Cirebon berada di dataran rendah dengan sistem aliran air yang bergantung pada sungai-sungai kecil dan saluran buatan. Saat hujan turun dalam intensitas tinggi, air dari wilayah hulu akan mengalir ke kawasan yang lebih rendah.
Wilayah yang berada dekat sungai, muara, atau jalur aliran lama secara alami lebih rentan tergenang, terutama jika kapasitas sungai tidak lagi mampu menampung debit air.
Drainase yang Tidak Seimbang
Masalah banjir tidak selalu soal hujan, tetapi juga soal kemampuan drainase.
Beberapa penyebab umum:
- Saluran air yang sempit atau dangkal
- Drainase tertutup sedimentasi
- Saluran yang terputus akibat pembangunan
- Perbedaan ketinggian jalan dan pemukiman
Di beberapa kawasan, air hujan justru terjebak karena tidak memiliki jalur pembuangan yang lancar.
Alih Fungsi Lahan dan Permukiman Padat
Pertumbuhan perumahan dan bangunan tanpa diimbangi ruang resapan air memperparah kondisi banjir. Lahan terbuka yang dulu menyerap air kini berubah menjadi permukaan keras seperti beton dan aspal.
Akibatnya, air hujan tidak lagi meresap ke tanah, melainkan langsung mengalir dan menumpuk di wilayah yang lebih rendah.
Sungai: Antara Fungsi dan Kenyataan
Sungai di Cirebon memiliki fungsi vital sebagai jalur pembuangan air. Namun, di lapangan, banyak sungai mengalami:
- Penyempitan
- Pendangkalan
- Penumpukan sampah
- Bangunan di bantaran sungai
Kondisi ini membuat sungai kehilangan kapasitas alaminya, sehingga mudah meluap saat hujan deras.
Kenapa Wilayah Lain Bisa Lebih Aman?
Wilayah yang jarang banjir umumnya memiliki:
- Drainase yang terhubung dengan baik
- Ketinggian tanah lebih tinggi
- Ruang terbuka yang masih berfungsi
- Sungai yang relatif terjaga alirannya
Ini bukan soal “lebih diperhatikan” atau tidak, melainkan kombinasi faktor alam dan tata ruang.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Banjir bukan persoalan satu pihak. Upaya menguranginya membutuhkan:
- Perawatan drainase rutin
- Pengelolaan sungai yang berkelanjutan
- Penataan ulang kawasan rawan
- Kesadaran warga menjaga saluran air
Yang paling penting, banjir perlu dilihat sebagai masalah sistem, bukan sekadar kejadian musiman.
Penutup
Banjir di Cirebon bukan takdir, tetapi hasil dari banyak faktor yang saling berkaitan. Dengan memahami penyebabnya, warga dan pemangku kebijakan bisa mendorong solusi yang lebih tepat, adil, dan berkelanjutan—bukan sekadar penanganan darurat setiap musim hujan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari rubrik Cirebon Explained, yang bertujuan membantu warga memahami persoalan lokal secara utuh dan kontekstual.