Pagi di Tempat Pelelangan Ikan Suranenggala: Denyut Ekonomi dari Pesisir Cirebon

Pagi hari di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Suranenggala selalu dimulai lebih cepat dari kebanyakan tempat lain di Cirebon. Saat sebagian warga masih bersiap memulai hari, aktivitas jual beli ikan sudah berlangsung di bawah atap sederhana, di antara ember-ember berisi hasil laut segar.

Ibu-ibu pedagang memilah udang, ikan, dan kerang dengan cekatan. Di sisi lain, pembeli berdatangan—sebagian untuk dijual kembali, sebagian untuk kebutuhan dapur hari itu. Anak-anak tampak ikut berada di sekitar lapak, menyatu dengan rutinitas orang tua mereka.

Di tempat ini, ikan bukan sekadar komoditas. Ia adalah sumber penghidupan, penentu pendapatan harian, dan bagian dari siklus ekonomi pesisir yang terus berputar. Harga bisa berubah setiap hari, tergantung hasil tangkapan dan cuaca laut.

TPI Suranenggala menjadi titik temu antara nelayan, pedagang, dan masyarakat. Tidak ada etalase modern, tidak ada pendingin canggih. Yang ada adalah kepercayaan, pengalaman, dan kecepatan tangan dalam memilih hasil laut terbaik.

Potret seperti ini menunjukkan bahwa ekonomi lokal tidak selalu bergerak di ruang formal. Di tempat-tempat sederhana seperti TPI, denyut ekonomi Cirebon pesisir terus hidup—sunyi, tapi nyata.


Catatan Redaksi:
Foto ini diambil di Tempat Pelelangan Ikan Suranenggala, Cirebon, merekam aktivitas jual beli hasil laut sebagai bagian dari kehidupan ekonomi warga pesisir