Pagi di kawasan Stadion Bima selalu punya caranya sendiri untuk hidup. Di pelataran dekat Kolam Renang Catherine Surya, sekelompok warga tampak berbaris rapi, mengikuti gerakan senam tera dengan ritme pelan namun mantap. Tidak ada panggung megah atau pengeras suara berlebihan—hanya tubuh yang bergerak, napas yang teratur, dan semangat kebersamaan.
Aktivitas ini rutin dilakukan pada pagi hari, terutama hari selasa dan sabtu di akhir pekan. Pesertanya beragam: ibu rumah tangga, pekerja, hingga warga yang sengaja datang untuk menjaga kebugaran. Senam tera dipilih karena gerakannya relatif ringan, fokus pada keseimbangan, pernapasan, dan kelenturan—cocok untuk berbagai usia.
Di sela-sela gerakan, terlihat botol air minum diletakkan di sisi lapangan. Beberapa peserta tersenyum saling menyapa, menandakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga ruang sosial. Setelah senam usai, biasanya obrolan berlanjut ringan—tentang kesehatan, keluarga, atau rencana hari itu.
Kehadiran senam Tera Cabang Cirebon di kompleks Stadion Bima menunjukkan bagaimana ruang publik dimanfaatkan warga untuk hidup yang lebih sehat. Tanpa perlu fasilitas mahal, aktivitas sederhana ini menjadi pengingat bahwa kota tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama-sama.
Di Cirebon, pagi bukan hanya soal waktu. Ia adalah ritme—tentang tubuh yang bergerak, napas yang kembali teratur, dan warga yang saling menguatkan dalam kesederhanaan.
Catatan Redaksi:
Tulisan ini merupakan bagian dari rubrik Hidup Warga, yang merekam aktivitas keseharian masyarakat Cirebon sebagaimana adanya, tanpa penambahan atau rekayasa peristiwa.