Di salah satu ruas jalan di Cirebon, sebuah selokan terbuka tampak dibiarkan tanpa penutup memadai. Dinding beton yang menganga, tumpukan sampah basah, dan sisa tanah yang mengendap menjadikannya bukan sekadar saluran air—melainkan potensi bahaya harian bagi pejalan kaki dan pengendara.
Pada musim hujan, kondisi seperti ini rawan meluap. Air yang tersumbat sampah bisa naik ke permukaan, menggerus badan jalan, bahkan memicu kecelakaan. Di hari kering pun risikonya tetap ada: lubang yang tak terlihat jelas dapat membuat orang terpeleset atau terperosok, terutama pada malam hari atau saat lalu lintas padat.
Lebih dari itu, selokan yang tidak terawat menjadi titik berkumpulnya limbah rumah tangga dan material organik. Bau, genangan, serta potensi penyakit kerap muncul dari masalah yang terlihat sepele namun berdampak luas ini. Drainase yang baik bukan hanya soal estetika kota, melainkan soal keselamatan dan kesehatan warga.
Foto ini menjadi pengingat bahwa perhatian pada detail kecil—seperti penutup selokan dan pembersihan rutin—adalah bagian penting dari kota yang layak huni. Perbaikan sederhana dapat mencegah risiko besar.
Catatan Redaksi:
Artikel ini disusun sebagai bagian dari rubrik Denyut Warga, untuk mendokumentasikan temuan lapangan dan mendorong perhatian bersama terhadap keselamatan lingkungan sehari-hari di Cirebon.