Belajar dari Peristiwa dan Manusia

Dalam hidup, manusia terus berjumpa dengan berbagai peristiwa—ada yang menyenangkan, ada pula yang menguji. Bagi mereka yang mau merenung, setiap kejadian selalu membawa pelajaran. Hidup, pada akhirnya, adalah ruang belajar yang tidak pernah benar-benar berhenti.

Rasulullah ﷺ mengingatkan agar manusia mengambil hikmah dari mana pun ia datang. Pesan ini menegaskan bahwa kebijaksanaan tidak selalu hadir dari tempat yang kita duga. Ia bisa muncul dari pengalaman pahit, dari kesalahan diri sendiri, dari nasihat orang sederhana, bahkan dari peristiwa yang awalnya terasa menyakitkan.

Sering kali, pelajaran paling berharga justru datang dari hal-hal kecil. Anak kecil mengajarkan ketulusan, orang tua mengajarkan kesabaran, sahabat mengajarkan kesetiaan, dan kegagalan mengajarkan kehati-hatian. Kesalahan masa lalu pun, bila direnungi, dapat menjadi penuntun agar langkah ke depan lebih matang.

Kebenaran tidak bergantung pada siapa yang mengucapkannya, melainkan pada isinya. Orang yang terbuka hatinya tidak menolak pelajaran hanya karena datang dari arah yang tidak ia sukai. Ia mendengar, merenung, lalu mengambil yang baik.

Ujian hidup pun bukan sekadar beban. Ia sering menjadi cara Tuhan mendidik manusia—melembutkan hati, meluruskan arah, dan memperdalam kedewasaan. Dari situlah lahir pemahaman bahwa hidup bukan hanya soal berjalan, tetapi juga soal belajar.

Pada akhirnya, tugas manusia bukan memilih dari mana pelajaran datang, melainkan menjaga hati agar tetap terbuka. Karena di balik setiap peristiwa, selalu ada hikmah yang menunggu untuk disadari.

Masudi
Author: Masudi