
Seputar Cirebon – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menegaskan sikap tegasnya terhadap pelaksanaan kegiatan study tour yang dinilai menyimpang dari tujuan pembelajaran. Dalam pernyataan terbarunya, Dedi mengancam akan mencopot kepala sekolah yang tetap bersikeras menggelar kegiatan tersebut bila bentuknya lebih menyerupai piknik atau rekreasi daripada kegiatan pendidikan. Ia menekankan bahwa study tour seharusnya bisa dilakukan di wilayah masing-masing dan tidak menambah beban ekonomi orang tua murid.
Kebijakan ini merupakan lanjutan dari surat edaran yang dikeluarkan pada 2 Mei, yang ditujukan kepada bupati, wali kota, dan kepala dinas pendidikan se-Jawa Barat. Surat tersebut melarang aktivitas piknik sekolah berkedok study tour sebagai bagian dari sembilan langkah pembangunan pendidikan menuju program “Gapura Panca Waluya”.
Menariknya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyuarakan pendekatan yang lebih moderat. Ia memperbolehkan study tour asal dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak dikaitkan dengan penilaian akademik murid.