Ketika Desa Mulai Bicara tentang Masa Depan Anak

Jumat siang, 7 Agustus 2026, Balai Desa Gombang tidak hanya menjadi tempat warga berkumpul. Sejak awal kegiatan, ruangan itu dipenuhi percakapan para ibu, anak-anak, dan warga yang datang membawa satu kegelisahan yang sama: bagaimana memastikan anak-anak tumbuh dengan baik di tengah kehidupan keluarga sehari-hari.

Di antara kursi-kursi yang terisi dan suara anak-anak yang sesekali memecah suasana, KPM 26 UIBBC bersama PRADIPA menggelar seminar bertajuk “Peran Keluarga dan Gizi Seimbang dalam Pencegahan Stunting.” Selama dua jam, dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, pembicaraan tentang gizi tidak lagi terasa sebagai sesuatu yang jauh dan rumit. Ia dibawa lebih dekat, ke dapur rumah, ke piring makan, dan ke kebiasaan yang berlangsung setiap hari.

Masitoh, S.K.M., hadir sebagai narasumber dan mengajak warga memahami bahwa pencegahan stunting tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ia bisa berawal dari perhatian terhadap apa yang dimakan anak, bagaimana keluarga memilih bahan pangan, hingga cara orang tua mendampingi tumbuh kembang mereka sejak dini.

Di sinilah keluarga menjadi bagian penting dari cerita itu.

Sebab seorang anak tidak tumbuh sendirian. Di belakangnya ada tangan yang menyiapkan makanan, ada orang tua yang memperhatikan perubahan tubuhnya, dan ada rumah yang menjadi tempat pertama seorang anak belajar tentang hidup.

Suasana seminar pun berjalan hangat. Warga tidak hanya datang untuk mendengarkan, tetapi juga terlibat dalam percakapan. Pertanyaan muncul, pengalaman dibagikan, dan ruang di Balai Desa Gombang siang itu perlahan berubah menjadi tempat untuk saling belajar.

Panitia turut menambahkan sedikit keceriaan dengan hadiah bagi sepuluh peserta pertama serta doorprize untuk warga yang aktif selama sesi diskusi. Namun di balik hadiah-hadiah itu, ada sesuatu yang jauh lebih penting untuk dibawa pulang: kesadaran bahwa tumbuh kembang anak adalah pekerjaan bersama yang dimulai dari keluarga.

Ketika kegiatan berakhir dan sesi foto bersama menutup siang itu, percakapan tentang gizi mungkin belum selesai. Sebab sesungguhnya, pembicaraan itu akan berlanjut di rumah masing-masing, di meja makan, di dapur, dan dalam pilihan-pilihan kecil yang dilakukan keluarga setiap hari.

Di Desa Gombang, upaya mencegah stunting tidak berhenti pada sebuah seminar.

Ia dimulai dari pengetahuan yang dibagikan, lalu tumbuh menjadi perhatian. Dan perhatian itu, seperti seorang anak, membutuhkan waktu untuk dijaga agar kelak benar-benar menjadi masa depan yang lebih baik.