Langit Cirebon belakangan ini lebih sering menyimpan cahaya daripada hujan. Siang terasa panjang, panas menempel di jalanan, sementara tanah-tanah terbuka perlahan kehilangan warna hijaunya.
Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung beberapa waktu ke depan. BMKG memprediksi musim kemarau 2026 masih berlangsung hingga sekitar Oktober, sebelum sebagian wilayah mulai memasuki periode peralihan menuju musim hujan.
Bagi Cirebon, kemarau bukan sekadar perubahan angka pada prakiraan cuaca. Ia terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Di kawasan persawahan, tanah yang biasanya basah berubah lebih keras. Di halaman rumah, rumput mulai menguning. Pepohonan masih berdiri, tetapi sebagian daun terlihat lebih kering. Pada siang hari, panas terasa begitu dekat dengan permukaan jalan.
Dan ketika sore datang, warga mulai memperhatikan langit.
Barangkali ada awan.
Barangkali hujan turun.
Namun tidak jarang, awan hanya lewat di atas Cirebon dan meninggalkan udara yang kembali panas setelahnya.
Kemarau juga membuat sejumlah titik menjadi lebih mudah terbakar. Lahan kosong yang dipenuhi rumput kering, semak, maupun rumpun bambu menyimpan bahan yang mudah menyala ketika bertemu sumber api.
Beberapa peristiwa kebakaran lahan yang belakangan terjadi di wilayah Cirebon seolah menjadi gambaran kecil dari musim yang sedang berlangsung.
Meski begitu, kemarau bukan berarti Cirebon sepenuhnya tanpa hujan. Hujan masih mungkin turun di sejumlah wilayah, terutama ketika kondisi atmosfer mendukung. Karena itu, perubahan cuaca tetap perlu diperhatikan dari hari ke hari.
Bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di Cirebon, musim kemarau sebenarnya sudah lama dikenali melalui tanda-tanda sederhana.
Dari tanah yang mengering.Dari sumur yang mulai diperhatikan. Dari tanaman yang membutuhkan lebih banyak air.
Dan dari panas yang terasa lebih lama ketika matahari berada tinggi di atas kota.
Oktober masih beberapa waktu di depan. Sampai saat itu, Cirebon akan terus menjalani hari-hari kemaraunya sendiri.
Jalan tetap ramai, pasar tetap hidup, sawah tetap menunggu, dan warga tetap beraktivitas di bawah langit yang belakangan lebih sering biru daripada kelabu.
Hujan mungkin belum benar-benar pergi.
Tetapi untuk sementara, Cirebon masih harus berjalan bersama kemarau.