Pagi hari, sebuah meja kerja mungkin terlihat seperti biasanya. Laptop terbuka, secangkir kopi di sampingnya, beberapa dokumen menunggu diselesaikan, dan pesan masuk terus berdatangan.
Yang berubah adalah cara orang mengerjakannya.
Beberapa pekerjaan yang dulu membutuhkan waktu berjam-jam kini dapat dimulai dalam hitungan menit. Menyusun gagasan, mencari informasi, membuat rancangan tulisan, merapikan data, sampai membantu menyiapkan presentasi, perlahan bisa dilakukan bersama sebuah alat yang beberapa tahun lalu bahkan belum menjadi bagian dari rutinitas kebanyakan orang.
Namanya AI.
Perubahannya tidak selalu datang dalam bentuk yang besar. Sering kali justru muncul dari pekerjaan kecil yang dilakukan berulang setiap hari.
Seseorang meminta AI membantu merangkum dokumen sebelum rapat. Orang lain menggunakannya untuk mencari ide tulisan. Di tempat berbeda, AI membantu membaca data yang jumlahnya terlalu banyak untuk diperiksa satu per satu.
Pelan-pelan, batas antara manusia dan mesin dalam pekerjaan mulai berubah.
AI tidak selalu menggantikan manusia. Dalam banyak keadaan, ia justru menjadi semacam rekan kerja digital yang membantu mempercepat pekerjaan yang sebelumnya menyita waktu.
Tetapi ada hal yang tidak berubah.
Manusia tetap harus menentukan apa yang ingin dicapai, memeriksa apakah hasilnya benar, memilih informasi yang layak digunakan, dan mengambil keputusan pada akhirnya.
Karena bekerja dengan AI bukan sekadar mengetahui tombol mana yang harus ditekan.
Yang lebih penting adalah mengetahui bagaimana memberikan instruksi, bagaimana memeriksa hasil, dan kapan harus mempercayainya atau justru mempertanyakannya.
Perubahan ini juga mulai terasa dalam kehidupan sehari-hari di kota-kota seperti Cirebon. Pelaku usaha kecil dapat membuat materi promosi dengan lebih cepat. Mahasiswa memiliki alat baru untuk membantu proses belajar. Pekerja kantoran dapat menghemat waktu dalam pekerjaan administratif. Kreator memperoleh cara baru untuk mengembangkan gagasan.
Teknologinya mungkin berasal dari tempat yang jauh. Tetapi cara manusia menggunakannya selalu kembali kepada kebutuhan sehari-hari. Pada akhirnya, AI bukan hanya cerita tentang mesin yang semakin pintar. Ia adalah cerita tentang manusia yang sedang belajar bekerja dengan cara yang berbeda.
Dan mungkin beberapa tahun dari sekarang, kita tidak lagi bertanya apakah seseorang menggunakan AI atau tidak.
Pertanyaannya akan berubah menjadi: seberapa baik ia tahu menggunakan AI untuk membuat pekerjaannya menjadi lebih baik?
Bacaan lebih lanjut:
Bagi yang ingin mempelajari penggunaan AI secara lebih praktis untuk pekerjaan sehari-hari, pembahasan tersebut dituangkan dalam buku digital AI Productivity: Cara Kerja Lebih Cepat, Rapi, dan Cerdas dengan AI — Edy Susanto.