Di Tepi Kolam, Anak-Anak Belajar Menunggu

Di tepi kolam, beberapa ekor ikan koi bergerak cepat begitu tangan manusia mendekat ke permukaan air. Warna jingga, putih, dan hitam berdesakan di antara riak air, sementara seorang anak duduk memperhatikan dari atas lantai kayu.

Di sampingnya, seorang anak lain ikut menunggu. Orang tua berdiri atau duduk tak jauh dari mereka. Sepatu dan sandal diletakkan begitu saja di sisi kolam, tanda bahwa perhatian sedang tertuju pada sesuatu yang sederhana: ikan-ikan yang terus bergerak menunggu makanan.

Pemandangan seperti ini mudah ditemukan di tempat-tempat makan atau ruang rekreasi di Cirebon. Orang datang untuk makan, bertemu keluarga, atau sekadar menghabiskan waktu. Tetapi sering kali, justru bagian kecil di luar kegiatan utama yang membuat anak-anak betah lebih lama.

Kolam ikan menjadi semacam jeda. Tidak ada permainan digital, tidak ada suara mesin permainan. Hanya air yang bergerak, ikan yang berebut makanan, dan anak-anak yang belajar bahwa sesuatu yang mereka tunggu tidak selalu datang seketika.

Di tengah ramainya tempat makan dan ruang rekreasi, kolam kecil itu menawarkan kesibukan yang sederhana. Anak-anak melihat, orang tua menunggu, dan beberapa menit berlalu begitu saja—barangkali tanpa ada yang merasa perlu terburu-buru.