
Seputar Cirebon — Hari itu, mentari pagi menyapa dengan semangat yang sama seperti ratusan siswa SMA EduGlobal Bandung dan Cirebon yang berdiri tegap di halaman Pusat Pendidikan Polisi Militer Cimahi. Mereka bukan sedang menjalani pelatihan biasa—mereka sedang menjalani sebuah perjalanan membentuk karakter.
Selama tujuh hari penuh, mulai dari 20 hingga 26 Juli 2025, para siswa kelas X mengikuti Pelatihan Pembinaan Karakter Intensif—sebuah program yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, etika, tanggung jawab, dan cinta tanah air dalam balutan suasana semi-militer yang tertib dan edukatif.
Pelatihan ini bukan sekadar rutinitas MPLS atau orientasi siswa baru. Bagi SMA EduGlobal, baik di Bandung maupun Cirebon, program ini adalah wujud nyata dari misi sekolah: mencetak generasi pelajar yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga kuat dalam karakter dan wawasan kebangsaan.
Pendidikan karakter intensif ini bertujuan untuk memperkuat fondasi moral para siswa. Mereka dilatih untuk bangun pagi, mengatur perlengkapan sendiri, mengikuti kegiatan baris-berbaris, serta mendengarkan materi kebangsaan dan bela negara. Ada juga pelatihan lapangan seperti jungle track, mountaineering, navigasi darat, hingga caraka malam—yang semuanya dirancang untuk menumbuhkan ketahanan mental dan kerja sama tim.
Yang istimewa, pelatihan ini mempertemukan dua kampus SMA EduGlobal: Bandung dan Cirebon. Interaksi lintas kota ini menciptakan dinamika sosial yang menyenangkan dan memperluas wawasan para siswa. Mereka belajar untuk bekerja sama dengan orang yang belum mereka kenal, menghadapi tantangan bersama, dan membangun rasa hormat satu sama lain.
Meskipun dilaksanakan di lingkungan militer, pendekatan yang digunakan tetap penuh empati dan edukatif. Para instruktur dari Pusdikpom dan guru pendamping memahami betul bahwa karakter tidak bisa dipaksa—ia perlu dibangun secara konsisten, diberi teladan, dan diasah melalui pengalaman nyata.
Setiap aturan dan ketentuan disampaikan secara jelas sejak awal, termasuk pengumpulan gawai pribadi agar siswa fokus pada proses. Orang tua hanya bisa berkomunikasi lewat wali kelas atau guru piket, kecuali dalam keadaan darurat.
Kegiatan akan ditutup pada tanggal 26 Juli 2025, dengan kehadiran orang tua dan keluarga sebagai saksi transformasi luar biasa yang dialami anak-anak mereka. Pihak sekolah menyampaikan bahwa program seperti ini merupakan bagian penting dalam pengembangan karakter siswa EduGlobal. Tak hanya sebagai tradisi, tetapi sebagai landasan pembentukan manusia seutuhnya.
Karakter itu tidak datang dari teori—ia tumbuh dari pengalaman, tantangan, dan pembiasaan. Di Pusdikpom Cimahi, para siswa SMA EduGlobal telah memulai perjalanan itu. Dan langkah mereka tak akan pernah sama lagi
Reportase Oleh Edy Susanto